Desa Batu Jong-jong, yang terletak di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, merupakan sebuah desa yang kaya akan sejarah, budaya, dan keindahan alam. Berikut adalah gambaran sejarah dan perkembangan desa ini.
Desa Batu Jong-jong berada di ujung barat Kabupaten Langkat dan berbatasan langsung dengan Provinsi Aceh, dipisahkan oleh hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Wilayahnya yang berbukit-bukit, lembah, dan berada di pinggir sungai menjadikan desa ini memiliki keindahan alam yang memukau serta keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk keberadaan flora dan fauna endemik seperti orangutan Sumatera, harimau Sumatera, gibon, serta bunga Rafflesia arnoldi dan Amorphophallus titanium.
Masyarakat Desa Batu Jong-jong terdiri dari berbagai suku, antara lain suku Karo, Melayu, Simalungun, dan Jawa, dengan mayoritas penduduk berasal dari suku Karo. Kehidupan masyarakatnya masih kental dengan tradisi dan budaya lokal, termasuk tarian khas suku Karo yang dilestarikan hingga kini.
Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan aksesibilitas desa, berbagai pembangunan infrastruktur telah dilakukan. Pada tahun 2020, Desa Batu Jong-jong menjadi lokasi kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-108, yang meliputi pembangunan badan jalan sepanjang 1.500 meter dan jembatan sepanjang 12 meter di Dusun Simpang Empat.
Namun, pada 14 November 2023, jembatan di Dusun Batu Katak hanyut akibat banjir bandang. Sebagai respons, pemerintah daerah membangun kembali jembatan tersebut dengan dana sebesar Rp16 miliar, yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada 21 Januari 2024.
Desa Batu Jong-jong memiliki potensi ekowisata yang besar, terutama di kawasan Batu Katak. Objek wisata ini menawarkan keindahan alam yang masih alami, seperti sungai yang jernih, hutan tropis lebat, serta gua-gua eksotis seperti Gua Pupuk Mentar, Gua Mbelin, dan Gua Jodoh. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati trekking, berkemah, dan melihat langsung flora dan fauna endemik di habitat aslinya.
Dengan kekayaan alam dan budaya yang dimiliki, Desa Batu Jong-jong terus berkembang sebagai destinasi wisata yang menarik di Sumatera Utara, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan warisan budaya lokal.